Search

Perkembangan Zaman Dan Kemunduran Zaman Pada Era Globalisasi



Guru Bidang Studi SMAN 28 Garut yang bernama Aceng Nurodin, S.Pd, telah menulis artikel terkait perkembangan zaman saat ini terjadi dengan cepat, terutama dalam teknologi, komunikasi, dan ilmu pengetahuan, Inovasi terus muncul di berbagai bidang, memengaruhi cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi satu sama lain. Selasa, 20/2/2024.

Pada keterangan Artikelnya Guru SMAN 28 Garut Aceng Nurodin menjelaskan," Transformasi digital, keberlanjutan, dan globalisasi menjadi Tren dan mendominasi, sementara tantangan seperti perubahan iklim dan ketidaksetaraan sosial juga menjadi perhatian utama,perkembangan zaman dan kemunduran zaman adalah dua fenomena yang saling terkait namun memiliki dampak yang berbeda terhadap masyarakat dan lingkungan, Perkembangan zaman mengacu pada progres dan inovasi yang terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, seperti teknologi, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan ekonomi. Hal ini sering kali diidentifikasi dengan kemajuan positif dalam kualitas hidup, meningkatnya harapan hidup, dan akses yang lebih baik terhadap layanan dan sumber daya."Jelasnya.

Lebih lanjut Guru SMAN 28 Garut Aceng Nurodin pada Artikelnya berucap,"Di sisi lain, kemunduran zaman mengacu pada penurunan atau perubahan negatif dalam beberapa aspek kehidupan, seperti kerusakan lingkungan, ketidaksetaraan sosial, atau ketidakstabilan politik. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk eksploitasi sumber daya alam, konflik bersenjata, atau kebijakan yang merugikan bagi sebagian masyarakat.
Yuval Noah Harari, seorang ahli sejarah dan penulis buku terkenal seperti "Sapiens" dan "Homo Deus", Harari menyoroti kemajuan teknologi sebagai aspek utama perkembangan zaman, sambil mengingatkan tentang tantangan seperti ketidaksetaraan sosial dan ancaman ekologis. Selanjutnya, Thomas Piketty, ahli ekonomi yang dikenal karena bukunya "Capital in the Twenty-First Century", Piketty menyoroti ketidaksetaraan ekonomi sebagai salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh perkembangan zaman, dengan meningkatnya konsentrasi kekayaan pada segelintir orang."Terangnya.

Seterusnya Artikel Guru SMSAN 28 Garut Aceng Nurodin meneruskan,"Perkembangan zaman dan kemunduran zaman memiliki dampak yang beragam terhadap individu, masyarakat, dan lingkungan. Berikut beberapa contoh dampak dari kedua fenomena sebagai tersebut:

Dampak Perkembangan Zaman:
Kemajuan Teknologi: Meningkatnya teknologi membawa efisiensi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti komunikasi, transportasi, dan manufaktur.
Peningkatan Kualitas Hidup: Perkembangan dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Globalisasi: Terhubungnya dunia melalui perdagangan, investasi, dan budaya menghasilkan kesempatan baru untuk pertukaran dan kerjasama lintas batas.
Inovasi Sosial: Kemajuan zaman juga memunculkan inovasi sosial dalam bentuk gerakan sosial, advokasi hak asasi manusia, dan peningkatan kesadaran akan isu-isu lingkungan.
Dampak Kemunduran Zaman:
Ketidaksetaraan Sosial: Kemunduran dalam aspek ekonomi, pendidikan, atau kesempatan dapat meningkatkan ketidaksetaraan di masyarakat.
Kerusakan Lingkungan: Kemunduran zaman, terutama yang disebabkan oleh polusi dan pemanasan global, dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan.
Kesenjangan Generasi: Perubahan sosial yang cepat dapat menciptakan kesenjangan antara generasi yang lebih tua dan lebih muda dalam hal nilai, kebiasaan, dan aspirasi.
Konflik Sosial: Kemunduran dalam keamanan, stabilitas politik, atau ketidaksetaraan dapat memicu konflik sosial, baik dalam bentuk protes, kerusuhan, atau konflik bersenjata."Tandasnya.

Pada penjelasan lain Guru SMAN 28 Garut Aceng Nurodin berkata,"Penting untuk diingat bahwa perkembangan zaman dan kemunduran zaman seringkali kompleks dan saling terkait. Misalnya, meskipun perkembangan teknologi membawa kemajuan dalam banyak bidang, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Demikian pula, kemunduran dalam aspek sosial atau lingkungan dapat memicu inovasi dan gerakan perubahan yang membawa perbaikan di masa depan.
Dalam menyikapi perkembangan dan kemunduran zaman, penting untuk mengadopsi pendekatan yang seimbang, dengan memanfaatkan kemajuan yang positif sambil berupaya mengatasi tantangan dan dampak negatif yang mungkin timbul. Ini membutuhkan kesadaran, tindakan kolaboratif, dan komitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif bagi semua.
Sikap kita dalam menghadapi perkembangan zaman seharusnya fleksibel dan adaptif. Ini berarti kita perlu hal hal sebagai berikut :
Terbuka terhadap Perubahan: Mengakui bahwa perubahan adalah bagian alami dari kehidupan dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi, budaya, dan lingkungan.
Belajar dan Berkembang: Selalu siap untuk belajar hal-hal baru dan mengembangkan keterampilan baru agar tetap relevan di era yang terus berubah.
Kritis dan Selektif: Mengembangkan kemampuan untuk menilai informasi secara kritis dan memilih dengan bijaksana teknologi atau tren yang sesuai dengan nilai-nilai dan kebutuhan pribadi.
Berpartisipasi dan Berkontribusi: Terlibat dalam pembangunan masyarakat dan dunia dengan cara yang positif, seperti mendukung inovasi yang berkelanjutan atau berkontribusi pada pembangunan komunitas lokal.
Menjaga Keseimbangan: Menemukan keseimbangan antara memanfaatkan perkembangan zaman untuk keuntungan pribadi dan sosial, sambil tetap menjaga kesehatan mental, fisik, dan hubungan sosial yang baik."Tegasnya.

Terakhir Guru SMAN 28 Garut Aceng Nurodin pada artikelnya berucap,"Dengan sikap yang terbuka, proaktif, dan seimbang, kita dapat menghadapi perkembangan zaman dengan lebih baik dan memanfaatkannya untuk mencapai potensi pribadi dan kolektif yang lebih besar. 
Penting untuk diingat bahwa setiap zaman memiliki tantangan dan peluangnya sendiri. Yang terpenting adalah bagaimana kita meresponsnya secara bijaksana dan bertanggung jawab, menggunakan kemajuan zaman untuk memperbaiki keadaan dan meningkatkan kualitas hidup, sambil tetap memperhatikan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan."Tutupnya.
*Penulis Aceng Nurodin,S.Pd*
*Rusmin*